Tampilkan postingan dengan label Kajian Sharraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sharraf. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2017

Morfologi Bahasa Arab (Bagian 2)

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis

 A. Macam-macam Ilmu Tashrif dan Penggolongan Kata
Matthew (dalam Purnanto, 2006:137) membagi morfologi menjadi dua bagian, yakni: 1) Morfologi Infleksional; dan 2) Morfologi Leksikal. Morfologi Infleksional merupakan mofologi yang mengkaji perubahan bentuk dan makna kata yang tidak merubah identitas kata. Seperti: kata ‘mengerjakan’ dan ‘dikerjakan’, maknanya berbeda, namun identitasnya sama, yaitu: ‘Kata Kerja’ atau disebut juga dengan ‘verba.’ Sedangkan Morfologi  Leksikal adalah bagian morfologi yang mengkaji perubahan bentuk dan makna kata yang menciptakan makna dan identitas baru dari sebuah kata. Seperti: kata ‘menggunakan’ dan ‘pengguna’ kedua kata tersebut berbeda secara makna dan berbeda pula identitas katanya. Kata ‘menggunakan’ adalah kata kerja (verba), sedangkan kata  ‘pengguna’ adalah kata benda (nomina).
fulltext download here: pdf

Minggu, 29 Januari 2017

Morfologi Bahasa Arab (Bagian 1)

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis

      A.    Pengertian Ilmu Tashrif
Dalam kajian linguistik tashrif dalam bahasa arab disebut dengan morfologi. Ilmu ini merupakan ilmu bahasa terapan (Aplied Linguistic) dari nahwu. Dalam ilmu kebahasaan (linguistic) Ilmu Nahwu merupakan ilmu murni (Pure Linguistic).
Secara bahasa Tashrif berarti berpindah/berubah. Secara istilah Tashrif berarti merubah bentuk suatu kata kerja dari asal akar kata (bentuk pertama) menuju bentuk yang lainnya karena suatu kebutuhan. (Wahab, tt:24)
Watson (2002:122) mendefinisikan tasrif (morphology) sebagai suatu cara untuk mengkostruksikan sebuah kata. Ia mencakup tentang variasi kata dan macam-macam pola alomorfisme.
Verhaar (2012:97) mengatakan bahwa morfologi adalah ilmu bahasa yang mengidentifikasikan satuan-satuan bahasa sebagai satuan gramatikal. Ilmu ini membahas tentang hal-hal yang menyangkut struktur internal bahasa.
Aqil (tt:189) mendefinisikan tashrif sebagai ilmu yang membahas tentang hukum-hukum rancang bangun kata bahasa arab. Tentang huruf-huruf asli dan tambahannya, kesahihan huruf dan illat-illatnya.
Sedangkan Ahmad (tt:72) mengungkapkan pengertian ilmu tashrif sebagai ilmu yang bertujuan untuk mengetahui keadaan bentuk kata. Sedangkan tashrif sendiri adalah perubahan bentuk kata asal ke dalam bentuk lain yang berbeda untuk mendapatkan makna lain yang dimaksud-kan.
Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa tashrif secara istilah adalah perubahan bentuk kata dari akar kata bentuk pertama menuju bentuk lainnya. Perubahan tersebut karena suatu kebutuhan untuk mendapatkan makna yang diinginkan.
Sedangkan tasrif sebagai ilmu adalah sebuah kajian yang mengenai rancang bangun sebuah kata dalam bahasa arab. Kajian tersebut meliputi analisis huruf asli dan tambahan, sahih dan illatnya sebuah kata.

Fulltext: dowload here: pdf

Kamis, 02 April 2015

Risalah Ilmu Tashrif: Untuk Kebutuhan Dasar

Kata Pengantar


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.  رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ.
Syukur Al-Hamdulillah, kami ucapkan karena Allah telah memudahkan kami dalam menulis sebuah risalah lagi tentang ilmu tata bahasa Arab. Yakni Ilmu Sharraf/Tashrif.
Risalah Kecil mengenai ilmu tashrif ini, memang bukanlah ditujukan bagi para pembelajar tata bahasa arab yang sudah mahir. Namun sebaliknya, ditujukan bagi orang-orang yang memang masih pemula sekali dalam mengenal ilmu tata bahasa arab. Sehingga yang menjadi ide dasar dari penulisan ‘Risalah Ilmu Tashrif’ ini adalah: ‘Bagaimana memahamkan tata bahasa Arab bagi orang awam yang bukan orang Arab.’
Demikianlah sehingga pembahasan di dalamnya dimulai dari beberapa hal yang mendasar mengenai ilmu ini. Seperti pembahasan mengenai pengertian-pengertian beberapa istilah yang nantinya akan sering sekali ditemui saat pemahaman lebih lanjut. Demikian pula bahasa yang dipakai dalam pembahasan diusahakan sesederhana mungkin sehingga mudah ditangkap oleh  pembelajar yang benar-benar pemula sekalipun. Bukan bahasa-bahasa yang ‘njelimet-njelimet.’
Namun demikian, apapun yang saya tulis disini, di satu sisi ia tidaklah luput dari kekurangan. Di sisi lain, risalah singkat ini juga adalah teks yang hidup yang karenanya membutuhkan koreksi dari siapapun yang mengetahui tentang kelemahan dan kekurangan itu. Sebagaimana sering kita kenal dalam dunia keilmuan bahwasanya sebuah karya pastilah mengandung kekurangan dan kelemahan. Saya yakin bahwasanya pembaca yang benar-benar sekalipun setelah membaca risalah ini akan memiliki pertanyaan-pertanyaan setelah membaca yang tidak bisa dijawab sendiri oleh lembaran-lembarannya sendiri. Sehingga saya anjurkan supaya membaca referensi-referensi atau karya-karya yang lain yang lebih dalam dan luas bahasannya.
Bagi semua pihak yang telah memiliki pengetahuan tentang ilmu ini, jika saja ada atau ditemui kekurangan dan kelemahan karya ini, kesalahan interpretasi atau lainnya, dipersilahkan untuk membenarkannya. Bisa dengan memberi tahu langsung kepada kami atau dengan karya lain sebagai bantahan atau revisi. Kami sangat terbuka akan hal itu.
Pada kesempatan saat ini, kami menghadirkannya dalam bentuk file untuk dimanfaatkan oleh siapapun yang berkecimpung dalam dunia keislaman dan berminat untuk memanfaatkannya. Saya berharap sekecil apapun karya ini bisa memberikan manfaat yang jauh lebih besar dari bukunya sendiri bagi pemahaman agama sebagai modal mengamalkannya. Sekian dan selamat membaca. 
dan di sini: Isi
Wassalam

Malang, 2 April 2015
Penulis,



R. Ahmad Nur Kholis