Minggu, 29 Januari 2017

Morfologi Bahasa Arab (Bagian 1)

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis

      A.    Pengertian Ilmu Tashrif
Dalam kajian linguistik tashrif dalam bahasa arab disebut dengan morfologi. Ilmu ini merupakan ilmu bahasa terapan (Aplied Linguistic) dari nahwu. Dalam ilmu kebahasaan (linguistic) Ilmu Nahwu merupakan ilmu murni (Pure Linguistic).
Secara bahasa Tashrif berarti berpindah/berubah. Secara istilah Tashrif berarti merubah bentuk suatu kata kerja dari asal akar kata (bentuk pertama) menuju bentuk yang lainnya karena suatu kebutuhan. (Wahab, tt:24)
Watson (2002:122) mendefinisikan tasrif (morphology) sebagai suatu cara untuk mengkostruksikan sebuah kata. Ia mencakup tentang variasi kata dan macam-macam pola alomorfisme.
Verhaar (2012:97) mengatakan bahwa morfologi adalah ilmu bahasa yang mengidentifikasikan satuan-satuan bahasa sebagai satuan gramatikal. Ilmu ini membahas tentang hal-hal yang menyangkut struktur internal bahasa.
Aqil (tt:189) mendefinisikan tashrif sebagai ilmu yang membahas tentang hukum-hukum rancang bangun kata bahasa arab. Tentang huruf-huruf asli dan tambahannya, kesahihan huruf dan illat-illatnya.
Sedangkan Ahmad (tt:72) mengungkapkan pengertian ilmu tashrif sebagai ilmu yang bertujuan untuk mengetahui keadaan bentuk kata. Sedangkan tashrif sendiri adalah perubahan bentuk kata asal ke dalam bentuk lain yang berbeda untuk mendapatkan makna lain yang dimaksud-kan.
Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa tashrif secara istilah adalah perubahan bentuk kata dari akar kata bentuk pertama menuju bentuk lainnya. Perubahan tersebut karena suatu kebutuhan untuk mendapatkan makna yang diinginkan.
Sedangkan tasrif sebagai ilmu adalah sebuah kajian yang mengenai rancang bangun sebuah kata dalam bahasa arab. Kajian tersebut meliputi analisis huruf asli dan tambahan, sahih dan illatnya sebuah kata.

Fulltext: dowload here: pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar