Beredar kabar di berbagai sosial media dan di media online, bahwa 3 (tiga) negara yakni Arab Saudi-Turki-Pakistan. Kita lalu bertanya-tanya ada apa di balik ini semua?. Sebagian orang mungkin tidak senang akan hal ini, mungkin mereka menyangka bahwa ketiganya akan membantu Amerika dalam menghadapi Iran dalam peperangan yang sepertinya belum kunjung selesai. Namun kenyataannya mungkin tidak demikian. Dan apa yang tampa pada permukaan tidak sama dengan apa yang terjadi di dalam.
Kita mulai dengan analisis ketiga negara tersebut. Turki, sejak terpilihnya Erdogan sebagai presiden ia mencitrakan orang yang sangat memusuhi Israel. Dan pada tahun 2009 ia pernah mempermalukan Simon Peres dalam sebuah forum ekonomi di Switzerland. (https://islamedia.id). Adapun Pakistan, ia semenjak era Nawaz Sharif (1990–1993, 1997–1999, 2013–2017) dan Nawaz Sharif (2001-2008) sampai dengan sekarang, menunjukkan citra yang sangat anti Amerika. Sedangkan Arab Saudi adalah berbeda dari keduanya, setidaknya semenjak minyak ditemukan di sana, menjadi salah satu anak emas Amerika. (Lihat perbandingan sikap negara-negara dan pemerintahan Islam terhadap barat misalnya dalam: John L. Esposito, The Islamic Threat: Myth or Reality, (New York: Oxford University Press, 1992)).
Mungkinkah aliansi ini akan digunakan Arab Saudi untuk menyerang Iran?, mungkin saja iya tapi mungkin saja tidak. Akan tetapi menurut saya, ini menunjukkan sebuah perubahan pola dari apa yang dijelaskan oleh Esposito (1992). Perubahan pola ini terjadi pada sikap Arab Saudi yang semula sangat dekat dengan Barat untuk semakin menjauh. Dan melihat perkembangan saat ini, sepertinya langkah semacam ini akan diambil oleh beberapa negara arab yang lain. Arab Saudi sepertinya sedang mencari cara untuk sedikit menjauh dari Amerika dengan menggandeng kedua negara tersebut yakni Turki dan khususnya Pakistan yang memiliki nuklir. Ia (arab) telah membentuk aliansi baru untuk menjaga-jaga dari konfrontasi dengan Amerika.
Jika aliansi ini tidak mungkin menyerang Iran, mengapa Iran tidak diajak saja dalam aliansi?. Analisis saya, adalah karena Arab Saudi tidak mau secara terang-terangan terlihat pada Amerika bahwa ia berada di pihak Iran. Akan berbahaya bagi Arab Saudi jika langkah terang-terangan ini dilakukan. Lebih jauh dapat dikatakan bahwa peperangan Amerika (dan Israel) vs Iran ini telah mampu mengubah peta geopolitik dunia arab pada umumnya. Mungkin benar, tapi ada salahnya, atau mungkin salah, tapi ada benarnya. Wallahu a’lam.
Malang, 23 Agustus 2026
R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Tidak ada komentar:
Posting Komentar