Oleh: R. Ahmad Nur Kholis
Paradigma pesantren Al-Qur’an di Indonesia
Kita melihat pesantren Al-Qur’an di Indonesia sangatlah banyak jumlahnya. Bahkan pada masa sekarang ini tren pesantren Al-Qur’an dan pendidikan Al-Qur’an menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Banyaknya kita jumpai minat masyarakat untuk memondokkan anaknya di pesantren Al-Qur’an, merebaknya TPQ dan berbagai macam metode pembelajaran Al-Qur’an menunjukkan hal itu.
Namun demikian, ada satu sisi dari pesantren Al-Qur’an yang dalam hemat penulis dilupakan. Bahwasanya fenomena pesantren Al-Qur’an saat ini hanya menitik beratkan pada ranah bacaan (qiraah) dan hafalan (tahfidz) saja. Hal itu adalah baik, karena memang al-Qur’an harus dibaca dengan benar, dan sebagai ummat Islam, tidak dipungkiri keutamaan menghafalkannya. Akan tetapi, hal yang lebih esensial lagi adalah pemahan akan isi dengan berbagai konteksnya.
Pesantren Al-Qur’an selayaknya tidak hanya bertugas melakukan peran untuk mencetak ahli qiraah dan tahfidz al-Qur’an saja. Bahkan bukan hanya memahamkan muridnya akan isinya saja, namun lebih jauh dari itu, pesantren Al-Qur’an haruslah mampu mencetak generasi qur’ani dan generasi para mufassirin.
Bagaimana hal itu dilakukan?
Dalam melaksanakan tugas ini, selayaknya pesantren Al-Qur’an haruslah memasukkan kurikulum ulum al-Qur’an dalam pembelajarannya bagi yang sebelumnya tidak ada. Intensifitas dan efektifitas pembelajaran ulumul Qur’an bagi yang sebelumnya telah melaksanakan. Dan juga pembelajaran kitab-kitab tafsir yang ‘sudah jadi’ sebagai bahan wawasan.
Hal demikian ini sebenarnya saat ini lebih banyak diambil peran oleh pesantren salaf (pesantren Kitab Kuning). Hanya saja jika kita melihat rata-rata pesantren salaf hanya mengkaji tafsir yang sudah jadi, semacam tafsir jalalin, tafsir thabari, shawi dan serupanya. Kajian-kajian terhadap ushulut tafsir sangatlah kurang.
Adalah selayaknya pembelajaran tentang ushulut tafsir harus dikembangkan apalagi jika peran ini diambil oleh pesantren Al-qur’an. Maka menjadi semakin sempurnalah pesantren Al-Qur’an di tanah air kita.
Malang, 5 Mei 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar