Selasa, 31 Maret 2026

Negara-negara Teluk akan mengalami Kerugian Besar dalam Perang AS(Israel)-Iran


Meskipun saya masih jauh untuk dikatakan sebagai pengamat yang menekuni dan ahli dalam persoalan geopolitik di timur tengah, namun saya ingin berkomentar sedikit tentang bagaimana perkiraan dampak perang AS-Israel dan Iran ini terhadap negara-negara teluk. Hal ini oleh karena saya pernah membaca dua buku yang mengulas tentang perkembangan politik Islam kontemporer terkhusus di timur tengah. Kedua buku tersebut adalah: (Pertama) karya John Obert Voll yang berjudul: Politik Islam Keberlangsungan dan Perubahan di Dunia Modern (Islam Continuity and Change in the Modern World). (Kedua) adalah buku karya John L. Esposito berjudul: Ancaman Islam: Mitos atau Realitas (The Islamic Threat: Myth or Reality).

Komentar ringkas saya begini:

Perang ini terjadi oleh karena pilihan yang sulit dan membingungkan yang dihadapi oleh Amerika dan Israel. Pasalnya, setelah perang di bulan Juni yang lalu, membiarkan Iran tanpa diserang berarti telah membiarkannya semakin memperkuat militernya. Di samping itu, pelajaran dari serangan dan perang Israel-Iran pada bulan Juni lalu memberikan pelajaran bagi AS dan Israel betapa kuatnya Iran dan memilih jalur peperangan adalah hal yang sulit.

Kemudian, serangan pun dimulai oleh Israel, dan perang pun terjadi. Hal ini akan mengakibatkan beberapa dampak yang serba sulit bagi negara teluk sebagaimana berikut ini:

Jika dalam perang duania dua (PD II), eropa luluh lantak sebagai akibat dari perang, dan Amerika dan Rusia muncul sebagai sekutu yang menang perang—lalu kemudian membawa kemunculan hegemoni politik Amerika--, maka dalam perang AS-Israel versus Iran ini negara-negara teluk seperti Kuwait dan Arab Saudi dan sebagainya akan mengalami kehancuran. Atau setidaknya akan mengalami kerugian besar.

Kita dapat melihat hal ini dari beberapa hal:

Pertama: ketika Iran menyerang pangkalan militer Amerika yang ada di negara-negara teluk yang kemudian segera disesali keberadaannya oleh mereka. 

Kedua: kelambanan negara-negara teluk tersebut dalam merespon dan mengambil sikap terhadap Iran untuk mengubah sikap politik mereka terhadap Israel dan Amerika. Negara-negara Arab bimbang antara harus berbalik arah bekerjasama dengan Iran yang dengan demikian akan bermusuhan dengan AS-Israel, ataukah tetap pada sikap semula. Belakangan saya lihat rupanya pilihan kedua yang dipilih.

Ketiga: Saya melihat AS meminta bantuan negara-negara arab untuk mendanai perang yang sepertinya tidak akan mudah dan singkat. Dan jika permintaan ini dikabulkan, maka hal ini jelas akan membawa negara-negara Arab akan menjadi sasaran serangan Iran yang lebih besar. Meskipun sebenarnya, jika mereka memilih sikap yang akomodatif terhadap Iran, maka akan menjadi sasaran serangan AS dan Israel juga.

Pilihan yang sulit.


Malang, 31 Maret 2026



R. Ahmad Nur Kholis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar