Minggu, 23 Oktober 2022

ALHAMDULILLAH, KAJIAN KIFAYATUL AKHYAR "KITAB SHALAT" TELAH DIRAMPUNGKAN

 




Alhamdulillahirabbil 'alamin. Wasshalatu wassalamu ala sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma'in.

Puji Syukur patut kami haturkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Karena tepat pada hari ini, Kamis, 24 Oktober 2022, kira-kira jam 7:00 WIB (pagi), kajian kitab Kifayatul Akhyar telah sampai dan merampungkan kajian kitab Shalat. Kajian ini telah dimulai sejak bulan Januari tahun 2021 yang lalu. Kajian dilakukan dengan cara: (Pertama) melakukan analisis terhadap lafadz-lafadz (mufradat) yang sulit maknanya dengan dicarikan makan bahasa arabnya di dalam kamus dan mu'jam. terdapat setidaknya 2 (dua) mu'jam dan kamus utama yang digunakan di dalam proses ini, yaitu: (a) mu'jam al-washith yang disusun oleh Ibrahim Anis, Abdul Halim Muntashir, Athiyah As-Shawalihi, dan Muhammad Khalafullah Ahmad; dan (b) Qamus Al-Munjid, karya seorang katolik Louis Ma'lufyang digunakan kami dalam waktu lebih belakangan dari proses ini. (Kedua) kajian ini dilakukan dengan meneliti kualitas hadits-hadits yang menjadi landasan (dalil-dalil) dari keputusan fiqih kalangan syafi'iyyah. Dalam proses ini, kami merasa sangat terbantu dengan kitab Kifayatul Akhyar yang di-tahqiq oleh: Syaikh Kamil Muhammad Muhammad 'Awidlah dan diterbitkan oleh: Daar Al-Kutub Al-Ilmiyyah Beirut.

Adalah cukup menarik bagi kami, serta menggugah intelektualitas kami di dalam pengkajian kitab ini. Dalam hal ini kami belajar bahwa di dalam kajian fiqih, dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits dipahami di dalam suatu kerangka yang logis dan demikian sistematis. Bagaimana ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, hadits dengan hadits, dikomparasikan di dalam suatu kaidah-kaidah dan aturan yang demikian rapi, logis, dan rasional. Secara umum kami belajar dalam 'proses' ini tentang bagaimana penalaran (reasoning) para ulama terhadap Al-Quran dan As-Sunnah.

Per-hari ini, sebelum tulisan ini ditulis, telah dilanjutkan kajian kitab selanjutnya yakni: "Kitab Zakat".

Rabbana aatina min ladunka rahmatan wa hayyi' lana min amrina rasyadan.



Malang, 24 Oktober 2022 (10:08 AM)



R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar