Pada tahun 2026 ini, meskipun tanggal dan bulannya belum sampai, namun saya sudah memasuki kepala 4. Tepatnya akan berumur 40 tahun. Oleh karena pada tanggal 31 Agustus 2026 yang masih kurang sekitar 6 (enam) bulan lagi, saya akan menginjak usia 40 tahun. Dalam masa ini, ada beberapa perbedaan yang saya rasakan pada diri saya.
Jika pada waktu-waktu sebelumnya saya menyediakan waktu lebih banyak untuk mengasah intelektual, yang praktiknya digunakan untuk membaca dan menulis artikel dan buku, kini sudah tidak lagi. Fokus saya dalam membaca sepertinya sudah ada sedikit penurunan. Sudah semakin malas menganalisis sesuatu yang terlalu mendalam. Begitu juga untuk membahas berbagai hal yang sifatnya pemikiran dan abstrak.
Saat ini saya lebih banyak—ingin—memikirkan hal-hal yang lebih kongkrit. Lebih nyata dan lebih ‘menghasilkan’ secara materi. Jika dulu pikiran saya seputar hal-hal yang bersifat intelektual dan abstrak seperti: ingin membaca buku dan kitab; ingin menulis artikel—ilmiah—dan buku dan semacamnya. Sekarang saya lebih ingin mengurusi urusan beternak seperti: bagaimana ayam-ayam; bebek-bebek dan burung dara saya bisa makan, sehat, bertelur dan berkembang biak dengan baik. Jika sebelumnya saya suka berdiskusi tentang filsafat ilmu, Islam dan Kebudayaan, dan semacamnya, sekarang saya lebih suka mendengarkan tips dan trik beternak ayam, bebek atau domba. Saya seperti ingin rehatkan pikiran saya dan lebih banyak untuk mengalami kehidupan nyata dalam praktik. Bukan sekedar bermain-main dalam wacana, teori dan konsep.
Saya sendiri tidak mengerti mengapa terjadi demikian. Apakah ini membenarkan apa yang dikatakan orang bahwa kehidupan itu dimulai sejak 40 (empat puluh) atau bagaimana?. Yang jelas apa yang saya rasakan, dalam memasuki gerbang 40 ini adalah meniadakan mengurusi hal-hal yang tak berguna dan tak tepat guna. Semoga hal ini merupakan cerminan dari sabda nabi yang mengatakan: “salah satu dari kebaikan seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak berguna”.
Namun satu hal yang dalam hati saya tidak akan saya tinggalkan, yakni mengajar. Mengajar dengan apa yang bisa. Dan semampu saya. Oleh karena saya tidak ingin berbagai hal yang konkrit itu akan menjadi hampa terasa di masa tua saya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Malang, 1 Ramadhan 1447 / 18 Pebruari 2026
R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Tidak ada komentar:
Posting Komentar